FITOREMEDIASI LOGAM MERKURI (Hg) PADA MEDIA AIR OLEH KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica Forsk.)


Nuriah Sinulingga(1*),


(1) Universitas Medan Area
(*) Corresponding Author

Abstract


This study aims to determine the ability of watercress plants in absorbing mercury (Hg). Mercury is one type of heavy metals dangerous and toxic (Hakim, 2003). If the amount in the water has crossed the threshold will cause pollution. For that required effort to minimize the levels of Hg metal before the waste into the waters, such as by using watercress plants as phytoremediation agent. Research was conducted experimentally. The purpose of this study is to know the ability of watercress in accumulating mercury in water media.Phytoremediation media in the form of HgNO3 solution with concentration 0,5 and 1 ppm and addition of NPK 1 gram in insert plastic container as much as 1 liter. Measurements of Hg concentration in plants were performed on day 5, 10, 15 using SSA. The resulting data is processed using qualitative method of descriptive. The result showed that there was no accumulation of mercury in watercress concentration of 0,5 and 1 ppm during exposure 5, 10, 15 days, and concentration 5 ppm during exposure 5 and 10 days, but accumulated at concentration 5 ppm for 15 days exposure that is equal to 0,116 ppm, therefore watercress is still safe from mercury at low concentration of 0,5 and 1 ppm, but dangerous at concentration of 5 ppm.

Keywords


Phytoremediation, Hg, NPK, Watercress (Ipomoea acuatica)

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2003, Fitoremediasi Upaya Mengolah Air Limbah Dengan Media Tanaman, Direktorat Perkotaan Dan Perdesaan Wilayah Barat Ditjen Tata Perkotaan Dan Tata Perdesaan Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah. http://www.phytotech.com/index.html (Diakses 22 Juli 2012).

Anonim, 1997a). Fate and Transport of Mercury in the Environment, Mercury Study Report to Congress Volume III, EPA-425/R-97-005, U.S. Environmental Protaction Agency Office of Air Quality Planning & Standart and Office of Reaseach and Development. http://data.dppm.uii.ac.id/uploads/1091008.pdf (Diakses 22 Juli 2012).

Anonim, 1997b). Fate and Transport of Mercury in the Environment, Mercury Study Report to Congress Volume III, EPA-452/R-97-007, U.S. Environmental Protaction Agency Office of Air Quality Planning & Standart and Office of Reaseach and Development. http://data.dppm.uii.ac.id/uploads/1091008.pdf (Diakses 22 Juli 2012).

Alfian, Z. 2006. Merkuri: Antara Manfaat dan Efek Penggunaanya Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan. [Online]. Avaliable: http://library.usu.ac.id/download/e-book/zul%20alfian.pdf. [10 Oktober 2012].

Arisandi, P. 2001. Mangrove Jenis Api-api (Apicennia marina) Alternatif Pengendalian Pencemaran Logam Berat Pesisir, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, (Online), (Diakses 7 November 2008).

Austin, DF. 2007. Water Spinach (Ipomoea acuatica, convolvulaceae). A food gone wild. Etnobotani Reasearch an Aplacation 5: 123-146.

Bahri, Syamsul. 2010. Fitoremediasi Timbal (Pb) dalam Air Tercemar oleh Tunbuhan Air Great Duckweed (Spirodela polyrhiza). Jurnal Teknik Hidraulik. Vol. 1 No,2 : 95-192.

Baker AJM, Brooks RR. 1989. Terrestrial higher plants which hyperaccumulate metal elements- a reveiew of their distribution, ecology and phytochemistry. Biorecovery 1 : 81-126.

Baker dalam Tommy, 2009. Bioremediasi Merkuri (Hg) salah satu Alternatif Penanggulangan Limbah Tambang Emas Rakyat. FMIPA Universitas Negeri Manado. Agritek Vol.17 No.5 http://id.scribd.com/doc/138445078/Bioremediasi-Merkuri-Hg-Dengan-Tumbuhan-Air-1 (Diakses April 2013)

Budiono, A. 2003. Pengaruh pencemaran merkuri terhadap biota air [makalah].Bogor:Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Brown KS. 1995. The Green Clean: The emerging field of phytoremediation takes root. Bioscience 9:579-582.

Chaney RL et al. 1995. Potential use of metal hyperaccumulators. Mining Environt Manag 3:9-11.

Chutsiah, V. R. 2006. Analisis Kadar Kadmium (Cd) dalam Kangkung Air (Ipomoea aquatic Forsk.) yang tumbuh di kali Surabaya. Skripsi tidak dipublikasikan. Surabaya:Biologi FMIPA Unesa.

Darmono, 1995. Logam dalam Sistem Makhluk Hidup. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1980. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI., Jakarta.

Djukri, 2005. Pertumbuhan dan produksi kangkung pada berbagai dosis hara makro dan mikro. Environment 5(1): 34-37.

Eckenfelder, W.W. Jr., 2003. Industrial Water Pollution Control. Mc Graw Hill: New York.

Farida, WS, Nurjaeni, Mutiara R, Diapari D. 2004. Kemampuan kukus beruang (Ailurops ursinus) terhadap pakan alternative di penangkaran Biosman 6(1): 65-70.

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Polusi Udara. Pusat Antar Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.

Gunawan. 2002. Kombinasi Makanan Serasi. Jakarta: Gramedia

Gusyana, D. 2010. Kangkung bukan sayuran penyebab kantuk. http://netsains,com/2010/05. Kangkung-bukan-sayur-penyebab-kantuk. (Diakses tanggal 10/2012)

Hamidah, 1980. Pengaruh logam berat terhadap lingkungan. Pewarta Oseana, Vol.VI No.2. Jakarta: LON LIPI

Hakim, luqman. 2003. Analisis Kandungan Merkuri pada Ikan Nilem (Osteochilus hasseltii): Logika Vol.9, No. 10:Yogyakarta.

Harun, NH., Tuah PM. Markon M2, Yusof MY. 2008. Distributor of heavy metals Monocordia hastata and Eichornia crassipes in natural habitats. Environmental Science Programme School of Science and Technology University of Malaysia.

Hardyanti, dkk. 2007. Fitoremediasi Phospat dengan Pemanfaatan Eceng Gondok (Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Kecil Laundry). Jurnal PRESIPITASI. Vol.2 No.1 Maret 2007

Hardiani,H. 2009. Potensi Tanaman dalam Mengakumulasi Logam Cu pada Media Tanah Terkontaminasi Limbah Padat Industri Kertas. Jurnal Penelitian. Vol.44, No. 1, Hal.27-40

Hutagalung, HP. 1985. Raksa (Hg). Oseana 3:93-105

Hutagalung, HP. 1984. Logam berat dalam lingkungan laut. Dewarta Oseana. Vol. IX No.1: Jakarta LDN LIPI.

Irawan. 2009. Merkuri Organik.

Miller, R. K. 1996. Ground-Water Remediation Technology Analysis Center. Technology Overview Report. TO-96-03.

Mishra, S dan Dubey, R,S. 2005. Heavy Metal Toxicity Induced Alterations in Photosynthetic Metabolism in Plants. India:Banaras Hindu University

Muchtadi, T. R. 2000. Sayur-Sayuran Sumber Serat dan Antioksidan : Mencegah Penyakit Degeneratif. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. FATETA. IPB,Bogor.

Nurjanah, Widiastuti R. 1997. Ancaman dibalik ikan. Warta Konsumen, Edisi November No. 11 Tahun XXIII. Jakarta: YLKI

Palar, 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta.

Priyanto, B dan J, Prayitno. 2008. Fitoremediasi Sebagai sebuah Teknologi Pemulih Pencemaran, Khususnya Logam Berat, (Online) (http://ltl.bppt.tripod.com/sublab/lflora1.htm.) Diakses November 2012

Priyanto, B dan Prayitno J., 2003. Fitoremediasi Sebagai sebuah Teknologi Pemulih Pencemaran, Khususnya Logam Berat, (Online) (http://ltl.bppt.tripod.com/sublab/lflora1.htm.) Diakses April 2013

Purnomo dan Muchyiddin. 2007. Analisis kandungan Timbal (Pb) pada ikan bandeng (Chanos-chanos Forsk.) di Tambak Kecamatan Gresik. Surabaya: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Surabaya.

Prawira dalam Tommy, 2009. Bioremediasi Merkuri (Hg) salah satu Alternatif Penanggulangan Limbah Tambang Emas Rakyat. FMIPA. Universitas Negeri Manado. Agritek Vol.17 No. 5. (Online) http://id.scribd.com/doc/138445078/Bioremediasi-Merkuri-Hg-Dengan-Tumbuhan-Air-1 (Diakses April 2013)

Rukmana, R. 1994. Bertanam Kngkung. Yogyakarta: Kanisius

Sanusi HS. 1980. Akumulasi logam berat Hg dan Cd pada ikan bandeng (Chanos-chanos Forskal) [disertasi]. Bogor:Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Salt DE. 2000. Phytoextraction: present application and future promise. Di dalam: Wise DL., Trantolo DJ, Cichon EJ, Inyang HI, Stottmeister U (ed). Bioremediation of Contaminated Soils. New York: Marcek Dekker Inc. Hlm 729-743.

Setiyaningsih, S. V. 2003. Kajian Interverensi Beberapa Logam Pada Analisis Ni dan Pb dalam Katalis Hidrogen secara AAS Dengan Dekstruksi Menggunakan HNO-HF. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Gadjah Mada. Jogyakarta.

Singh, V. P, (1995). Toxic metal cadmium; Phytotoxicity dan tolerance in plants. Inadvances in environmental Science Technology (Ed..R.K.Trivedy) Ashish Publication House. Delhi:225-256pp.

Sitorus, 2007. Peranan Eceng Gondok dan Kangkung Air pada Peningkatan Mutu Air Limbah. Agrivita, Vol.16 No. 2. Hal 4.

Syahputra, T. 2005. Fitoremediasi Logam Cu dan Zn dengan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes). Jurnal Penelitian. Vol.2. No.2.

Suratman, Priyanto D, Setyawan AD. 2000. Analisis keanekaragaman genus Ipomoea berdasarkan karakter morfologi. Biodiversitas 1 (2): 72-79.

Subroto 1996 dalam Hardyanti, dkk. 2007. Fitoremediasi Phospat dengan Pemanfaatan Eceng Gondok (Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Kecil Laundry). Jurnal PRESIPITASI. VOL.2 No.1 Maret 2007

Tommy, 2009. Bioremediasi Merkuri (Hg) salah satu Alternatif Penanggulangan Limbah Tambang Emas Rakyat. FMIPA Universitas Negeri Manado. Agritek Vol.17 No.5 http://id.scribd.com/doc/138445078/Bioremediasi-Merkuri-Hg-Dengan-Tumbuhan-Air-1 (Diakses April 2013)

Vymazal, J., Kropfelova. 2008. Wastewater treatment in constructed wetlands with horizontal sub-surface flow. Environmental Pollution 14:135-136.

Widowati, W., Sastiono, A, Jusu, R. 2008. Efek Toksik Logam Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wiera, kusuma, 2008. Kangkung,sayuran sehat penangkal racun. http://www.wierakusuma.com/kesehatan. ( Diakses 13 November 2012).

Yulita, A.F. 2006. Kemampuan Kayu Apu (Pistiastratoites Linn.) dalam Menurunkan Kadar Cadmium (Cd) Perairan. Skripsi tidak dipublikasikan. Surabaya:Unesa




DOI: https://doi.org/10.31289/biolink.v2i1.771

Article Metrics

Abstract view : 1158 times
PDF - 408 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Fakultas Biologi, Universitas Medan Area

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License